Ahok Sikat Mafia Tanah Proyek Sodetan Ciliwung-BKT

Rimanews – Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, ada oknum mafia tanah dalam proyek sodetan Kali Ciliwung menuju ke Banjir Kanal Timur. Dalam tempo dekat, dia memastikan tidak ada lagi pejabat DKI yang terlibat aksi hitam dalam proyek mengatasi banjir Jakarta tersebut. Baca Juga Ahok Diminta Konsentrasi ke Pilgub DKI Mabes Polri: Kapolri Tidak Berfoto Bersama Pendukung Ahok Keputusan Plt Gubernur DKI Rombak Anggaran Sangat Waras Elektabilitas Turun Tajam, Ahok: Bagus Ahok Janji Jaga Mulut “Ada mafia-mafia tanah yang bermain. Saya mau pastikan, tidak ada oknum pejabat yang terlibat,” ujar Ahok, sapaan akrabnya, kepada Rimanews di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/11). Akibat ulah mafia tanah, dikatakan Ahok, yang menjadi korban adalah warga. Padahal, dari blusukan ke lokasi beberapa hari lalu, warga di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, tidak sedikit yang ikhlas menyerahkan tanah dan bangunannya guna mensukseskan proyek sodetan. “Makanya, saya maunya warga yang sudah ikhlas harus dibayar yang bener. Bayar duluan sebelum mereka pindah. Supaya dia bisa beli rumah tanah di tempat lain,” katanya, menegaskan. Ahok mengungkapkan, selama ini, uang yang seharusnya diberikan kepada warga sebagai ganti rugi, banyak disunat oknum-oknum tertentu. “Selama ini disikat dulu kan, udah disikat, mesti lewat calo juga minta uangnya, kan kurang ajar,” tegas mantan Bupati Belitung Timur itu. Proyek sodetan tersebut dibuat untuk menekan dampak banjir di aliran Sungai Ciliwung. Proyek sudah dimulai dari Kampung Pulo hingga BKT, di Cipinang Besar Selatan.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : proyek sodetan ciliwung-bkt , gubernur ahok , Mafia Tanah , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews