Dukungan Platini Menguat, Pemilihan Bos FIFA Februari 2016

, Zurich – Badan sepak bola dunia, FIFA, mulai berpacu dengan waktu untuk menyiapkan pengganti presiden mereka, Sepp Blatter, yang terkena kasus skandal korupsi. Mereka sudah menyatakan pemilihan presiden FIFA yang baru –untuk menggantikan Blatter yang tak akan meneruskan masa kepemimpinan yang kelima kali- pada 26 Februari 2016. Pengumuman pemilihan presiden FIFA yang baru pada awal tahun depan tersebut muncul setelah Presiden Badan Sepak Bola Eropa, Michel Platini, semakin mendapatkan dukungan untuk menggantikan Blatter. Para kandidat presiden FIFA yang baru akan diumumkan oleh badan sepak bola dunia ini pada 26 Oktober 2015. Sebelum FIFA mengumumkan soal pemilihan presiden yang baru pada 26 Februari 2016 itu, mantan bintang tim nasional Prancis dan Juventus, Platini, 60 tahun, yang kini menjabat presiden Asosiasi Persatuan Sepak Bola Eropa (UEFA), menurut kantot berita , telah diminta oleh mayoritas para pemimpin badan sepak bola dunia untuk mencalonkan diri sebagai presiden Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang baru. Platini dikabarkan telah memiliki jaminan dukungan dari konfederasinya sendiri UEFA, Asia, Amerika Selatan, dan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia. Tapi, Platini belum memustuskan apakah ia menerima dukungan dan memustukan mencalonkan diri untuk menjadi presiden FIFA menggantikan Sepp Blatter. Adapun Blatter, bos FIFA sekarang, mengatakan pada 2 Juni 2015 bila ia akan mengundurkan diri dan menyerukan reformasi perbaikan manajemen di badan sepak bola dunia itu. Blatter, pria asal Swiss berusia 79 tahun, terpilih sebagai presiden FIFA kelima kalinya pada Kongrers FIFA di markasnya, Zurich, Swiss, pada 29 Mei 2015. Tapi, 4 hari kemudian, Blatter mengumumkan niatnya untuk melepas jabatannya setelah terjadi penyelidikan dua kasus korupsi di organisasi yang dipimpinnya itu. Mantan kandidat presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein, yang kalah dari Blatter pada pemilihan Mei 2015, meminta Blatter untuk segera melepaskan jabatannya. “Rencana pengunduran diri Presiden Blatter tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Ia harus pergi sekarang,” kata Alin bin Al-Hussein. “Ia tidak boleh diijinkan untuk merencanakan siapa penggantinya dan mengatur proses seleksi. Pemimpin sementara yang independen harus ditunjuk untuk mengatur proses seleksi dan melakukan reformasi seperti yang sudah didiskusikan dalam pemilihan,” Alin bin Al-Hussein melanjutkan. | | FIFA | HARI PRASETYO

Sumber: Tempo.co