ESDM Sebut Industri Batu Bara Nasional Kembali Menggeliat

Agen Casino Sbobet Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan industri batu bara nasional kembali menggeliat dengan menguatnya harga batu bara. Tercatat Harga Batubara Acuan (HBA) periode September 2016 sebesar US$ 63,93 per ton, atau tertinggi sepanjang 2016. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan membaiknya harga batu bara membuat pelaku usaha dalam negeri bergairah. Namun dia bilang kondisi ini tidak serta merta membuat produksi batu bara dalam negeri segera meningkat. “Produksi enggak naik. Tapi harga batu bara di US$ 63 per ton ini membuat gairah. Yang tadinya mati (tak beroperasi) kembali bergerak,” kata Bambang di Jakarta, Selasa (13/9). Bambang menuturkan, naiknya harga batu bara September disebabkan meningkatnya permintaan dunia khususnya Tiongkok dan India. Namun dia belum bisa membeberkan jumlah kebutuhan batu bara di dua negara tersebut. “Tiongkok dan India banyak impor batu bara,” ujarnya. Berdasarkan catatan, kenaikan harga di September melampaui HBA di Januari 2016 silam yang berada di level US$ 53,20 per ton. Sejak awal tahun memang terjadi fluktuasi harga. Pada Februari HBA anjlok ke level US$ 50,92 per ton. Kemudian naik tipis di Maret dengan HBA pada posisi US$ 51,62 per ton. Tren penguatan tersebut berlanjut ke April yang membuat HBA berada di level US$ 52,32 per ton. Tren kenaikan harga dipengaruhi finalisasi kontrak pasokan batu bara antara Australia dan Jepang. Namun setelah kontrak ditandatangani harga batu bara kembali melemah di Mei di posisi US$ 51,2 per ton. Pertengahan tahun harga batu bara mengalami kenaikan tipis yakni US$ 51,81 per ton. Hal ini lebih dipengaruhi oleh kenaikan index harga di Australia. Tren penguatan HBA terus terjadi di Juli yang mencapai US$ 53 per ton. Kemudian merangkak naik lagi di Agustus yang berada di level US$ 58,37 per ton. HBA September ini naik 9 persen dibandingkan harga batubara di periode Agustus. Penetapan formula HBA memang dipengaruhi oleh sejumlah index yakni Indonesian Coal Index (ICI), New Castle Export Index (NEX), New Castle Global Coal Index (GC) dan Platts. Masing-masing Index memiliki porsi sama sebesar 25 persen dalam penetapan HBA per bulan. Rangga Prakoso/WBP BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu