Ini Rekomendasi Festival Praktik Cerdas Pembangunan NTT

Agen Casino Sbobet Kupang – Festival Praktik Cerdas Pembangunan Nusa Tenggara Timur 2016, rampung digelar, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (31/8) hari ini. Festival yang digagas Wahana Visi Indonesia (WVI) itu, menelurkan sejumlah rekomendasi agar ditindaklanjuti pemerintah. Ketua Yayasan Wahana Visi Indonesia Agnes Wulandari mengatakan, pihaknya sangat senang sekali Festival Praktik Cerdas Pembangunan Nusa Tenggara Timur 2016, dapat terselenggara dengan lancar. “Kami atas nama Yayasan Wahana Visi Indonesia senang sekali. Terima kasih banyak. Kita dalam dua hari ini melihat, bagaimana pemerintah mendukung acara ini dengan luar biasa,” ujar Agnes, Rabu (31/8). Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTT sudah mendukung jauh sebelum acara ini berlangsung. “Hubungan sudah berjalan. Tentunya ini suatu sinergi yang luar biasa, bagaimana pemerintah melihat Yayasan Wahana Visi Indonesia sebagai salah satu civil society yang bisa menjadi partner bagi pemerintah. Itu satu penghargaan yang besar bagi kami sebagai mitra pemerintah,” ungkapnya. Ia menyampaikan, praktik cerdas juga tidak akan terselenggara tanpa peran masyarakat NTT yang luar biasa. “Praktik cerdas ini tidak mungkin muncul kalau masyarakat tidak bersedia untuk mencoba, berjuang dari awal. Praktik cerdas selama dua hari ini bukan perjalanan satu-dua hari, dan tidak langsung berhasil. Banyak juga tidak berhasilnya. Ada yang dari lima tahun, ada yang dari tahun 1990-an. Itu menunjukkan kalau masyarakat itu tangguh,” katanya. Menurutnya, selain sebagai subyek, masyarakat NTT memang layak menjadi mitra pembangunan. “Mereka pelaku pembangunan itu sendiri,” tambahnya. Ia berharap, ke depan kemitraan yang sudah terjalin dapat berjalan terus. Sebab, kekuatannya negara ada pada government, civil society , dan private sector . “Ini kita belum ketemu private sector -nya. Untuk mempercepat akselerasi biasanya private sector masuk ke sana untuk menolong. Ke depan selain melihat ini (praktik cerdas pembangunan) bertumbuh, juga bagaimana mengajak private sector sama-sama dalam proses sebuah pembangunan. Bagaimana private sector tidak hanya melihat dari sisi profit, tapi bagaimana mereka juga memiliki tanggungjawab sosial, dan saya rasa pemerintah pun punya regulasi untuk itu,” tegasnya. Festival Praktik Cerdas Pembangunan NTT, menelurkan sejumlah rekomendasi dari peserta kepada pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Antara lain, di bidang pendidikan pada tingkat kabupaten mereplikasi spirit dan praktik pendidikan karakter kontekstual dengan spirit Kulababong di Kabupaten Sikka. Tingkat provinsi: Adanya regulasi atau kebijakan mendukung kabupaten sebagai pusat pembelajaran tentang pendidikan karakter berbasis nilai lokal pada kabupaten-kabupaten di Provinsi NTT. Tingkat Nasional: Provinsi NTT menjadi pilot project pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai lokal tingkat nasional. Bidang tata kelola desa di tingkat kabupaten: Replikasi tata kelola desa berpegang pada prinsip transparan, akuntabel, dan partisipasi demi kepentingan terbaik anak. Pada tingkat provinsi: Fasilitasi penyelenggaraan bimbingan teknik untuk peningkatan kapasitas pendamping dan aparat desa. Dan pada tingkat nasional: Mendorong pemerintah provinsi untuk mengembangkan prinsip tata kelola desa melalui panduan modul pembelajatan dan dukungan regulasi atau kebijakan. Bidang ekonomi di tingkat kabupaten: fasilitasi pengembangan ekonomi berbasis pada potensi lokal dengan prinsip ekonomi kerakyatan melalui pemasaran bersama, penguatan lembaga koperasi dan UMKM. Pada tingkat provinsi: Membangun kolektivitas jejaring ekonomi antar-kabupaten melalui regulasi tata niaga yang mendukung. Dan pada tingkat nasional: Mendorong pemerintah provinsi untuk mengembangkan konektivitas untuk pertumbuhan ekonomo daerah. Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTT Wayan Darmawa menuturkan, pemerintah berkomitmen mendukung program-program praktik cerdas pembangunan. “Tinggal mulai dari mana. Kami pasti siap. Bahkan terus terang kami menantang. Ini ada kebijakan misalnya praktik-praktik cerdas yang dihasilkan. Kalau itu sifatnya bisa didorong dalam banyak tempat, itu kami langsung buatkan peraturan gubernur. Bisa, tidak masalah. Salah satu komitmen pak gubernur (Gubernur NTT Frans Lebu Raya) adalah mendorong kekuatan-kekuatan lokal,” katanya. Diketahui, Festival Praktik Cerdas Pembangunan NTT, menampilkan 22 praktik cerdas dari sejumlah desa di NTT. 14 praktik cerdas merupakan dampingan WVI. Seperti, Rekatkan Budaya pada Anak di Lingkungan Sekolah -kue Bolo Pagar-, Secercah Harapan Anak-anak Doreng dengan Mior Dadin, Skol Amnasit Bimbing Orang Tua Mengasuh Anak (sektor pendidikan). Kemudian, Pusat Belajar Kakao, Jembatan Kesejahteraan Petani, Credit Union Letekonda Bebaskan Warga dari Rentenir (sektor ekonomi). Kursus Potensi Diri antar Remaja jadi Agen Perubahan, Menggagas Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat, Saatnya Mendengarkan Suara Anak (sektor partisipasi anak dan pemberdataan perempuan). Selanjutnya, Pertanian Organik Berkah Bagi Warga Desa Sillu, Ketika Air Bersih Menjawab Penantian Warga Illebura, dan Tekan Gizi Buruk dengan Kebun Gizi (sektor kesehatan). Bayu Marhaenjati/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu