Jusuf Kalla: Tidak Bisa Meyakinkan Kalau Cuma Bisa Pidato

RIMANEWS- Debat perdana capres-cawapres yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta berlangsung sengit. Debat yang dipandu oleh moderator Zainal Mochtar dalam enam sesi ini dipenuhi oleh kritik antara satu pasangan dengan pasangan lainnya. Jusuf Kalla, cawapres Jokowi, dengan keras mengkritik calon lain yang menurutnya hanya bisa berpidato. “Keyakinan muncul itu kalau ada buktinya. Tidak bisa meyakinkan kalau hanya pidato,” ujar JK. Ketua PMI ini menambahkan, “Kita tidak bicara ide, kita bicara pelaksanaan.” Ia mencontohkan apa yang telah ia lakukan saat menjabat sebagai wapres pada periode 2004-2009. Baca Juga Wapres JK: Kasus Korupsi Sekjen KOI Memalukan Komisi XI: Ekonomi Mandiri Hindari Penguatan Mata Uang Asing Tolak Dolar, Jokowi Pilih Yuan untuk Nilai Tukar Rupiah Jokowi Kaget Lihat 445 Kilogram Sabu Presiden: Amnesti Pajak Tahap Satu Tersukses di Dunia “Banyak negeri ini saling membunuh karena perbedaan suku dan agama. Dulu di Poso, di Ambon, dan di Aceh, kami tak bicara harapan dan sekadar pidato, tapi bicara kerja nyata. Kami bukan hanya bicara bahwa bangsa ini harus bersatu. Karena hanya kekuatan negeri ini kami percaya itu,” ujar JK yang memiliki peran strategis dalam rekonsiliasi di beragam daerah konflik. Menanggapi JK, capres nomor urut dua, Jokowi, juga menambahkan contoh kasus Lurah Susan yang tetap ia bela meskipun diminta mundur hanya karena perbedaan agama masyarakat mayoritas di daerahnya. “Waktu itu kita mengangkat Lurah Susan di Lenteng Agung lewat seleksi dan promosi terbuka. Kemudian ada yang memprotes dan demo agar lurah diganti karena agamanya berbeda dengan mayoritas agama di situ. Bagi saya itu sudah final dan Lurah Susan tidak bisa diganggu gugat lagi,” pungkas Jokowi.[ach/rm] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , Jusuf Kalla , Jokowi , Polhukam , Jusuf Kalla , Jokowi , Polhukam , Jusuf Kalla , Jokowi

Sumber: RimaNews