Kisruh DPR Jadi Pelajaran MPR

Rimanews – Menjadi pembicara dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun MPR RI, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak keluarga besar parlemen mempererat silaturahmi dan mengedepankan musyawarah mufakat sebagai budaya politik nasional. “Maka kita harus perkuat silaturahmi, musyawarah mufakat untuk mendinginkan suasana. Ini akan menurunkan tensi. Namun, saya yakin meski panas ketika menyangkut Indonesia bisa menyatu lagi,” kata Zulkifli, mengomentari fakta keterbelahan parlemen selama tiga bulan lalu, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (22/12). Baca Juga Partai Pendukung Tidak Lagi All Out Menangkan Ahok BPBD: Empat Warga Pidie Jaya Meninggal Dunia Korban Gempa Pidie, Satu Meninggal Puluhan Luka-Luka Menurut dia, komunikasi politik yang cair antarelite partai menjadi kunci kondusifnya suasana parlemen. Mencairkan komunikasi di kalangan petinggi partai, lanjut dia, menuntut silaturahmi yang sehat di antara mereka. Menanggapi kisruh dualisme DPR sebelum masa reses lalu, Zulkifli menilai kurangnya para pemimpin puncak partai saling bersilaturahmi menjadi penyebabnya. Selaku Ketua MPR, dia menegaskan riwayat buruk awal perjalanan DPR sebagai saudaranya sesama lembaga legislatif di Senayan menjadi pelajaran berharga bagi perjalanan MPR 5 tahun ke depan. Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Kehutanan era Presiden SBY tersebut memaparkan apa yang menjadi tugas MPR dibawah kepimpinannya. Menurut dia, Empat Konsensus Dasar yang populer dengan istilah Empat Pilar Kebangsaan wajib diimplementasikan dalam kehidupan bernegara seluruh warga. “Lima tahun ini yang menjadi fokus kita adalah membuka Empat Konsensus Dasar kita itu. Jadi, tidak hanya sosialisasi, pelatihan, tanya jawab atau retorika, tapi kita harus bisa mewujudkan janji-janji kebangsaan itu,” tutur politikus PAN itu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : kisruh dpr , Refleksi Akhir Tahun MPR RI , politik , Nasional

Sumber: RimaNews