Kualitas Pemain Lapis Kedua Timnas U19 Sudah Teruji

Agen Casino Sbobet Performa pemain Timnas Indonesia U19 , semakin hari semakin menunjukan peningkatan. Tidak hanya para pemain inti, pemain yang menjadi lapis kedua pun telah menunjukan progres yang baik. Hal itu terbukti saat para pemain pelapis skuat Garuda Jaya , mampu menunjukkan kualitasnya selama melakoni Tur Timur Tengah pada 9-19 April 2014. Dalam konfirmasinya, coach Indra Sjafri pun cukup puas dengan perkembangan para pemain pelapis. Hanya saja pelatih asal Sumatera Barat itu enggan menyebut siapa saja pemain yang mengalami perkembangan pesat. Namun jika dilihat dari lima laga yang telah dilakoni, pemain pelapis seperti Dimas Drajad, Septian David Maulana, Ryuji Utomo, dan Paolo Sitanggang layak mendapatkan pujian. Dimas Drajatd yang selama ini menjadi pelapis, justru tampil lebih tajam ketimbang striker utama Muchlis Hadi. Dimas selalu mencetak satu gol dalam empat laga yang dilakoninya. Dari empat laga itu, tiga diantaranya bahkan turun sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Sementara Muchlis Hadi Ning hanya mampu mencetak satu gol dari empat kali penampilannya sebagai starter, yakni pada uji coba keempat saat mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor tipis 2-1. Kemudian winger Septian David Maulana juga patut mendapat apresiasi. Pelapis Maldini Pali di sayap kanan ini, tampil cukup impresif dengan mencetak satu gol. Hebatnya Septian David mencetak gol tersebut ketika baru dimainkan selama dua menit. Septian sebelumnya juga berkontribusi atas kemenangan 2-1 melawan Oman pada laga kedua. Dimas yang mencetak gol penentu pada laga itu, memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Septian pada akhir babak kedua. Sementara itu penampilan bek Ryuji Utomo juga terbilang padu ketika diduetkan dengan Hansamu Yama. Ryuji yang juga memiliki postur tinggi sama seperti Hansamu, beberapa kali mampu mementahkan serangan-serangan bola atas yang datang dari pemain lawan. Meski menoreh hasil positif di Tur Timur Tengah, namun Indra Sjafri memiliki beberapa catatan terkait kelemahan permainan tim. Salah satunya adalah antisipasi bola-bola lambung, terbukti gawang Indonesia tercatat kebobolan empat kali melalui sundulan.

Sumber: Sidomi