LSM Apresiasi Penanganan Sengketa Merek di PN Pusat dan MA

Agen Casino Sbobet Jakarta-Jajaran Hakim mulai dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat hingga Mahkamah Agung (MA) RI yang memutus kemenangan kepada tergugat Alexander Satryo Wibowo sebagai pemegang sah Merek Piere Cardin Indonesia dari PT Gudang Rejeki dari Indonesia patut diberikan penghargaan. “Keputusan tersebut bukan saja tepat dan telah memberikan rasa adil atas hukum yang berlaku di Indonesia tetapi lebih dari itu telah memberikan kenyamanan bagi pengusaha swasta Indonesia asli,” kata Ketua Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro Mohamad Ismail, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/9). Hal itu diungkapkan Ismail sehubungan keputusan dari Mahkamah Agung (MA) RI No. 557 K / Pdt. Sus – HKI / 2015 yang memenangkan tergugat Alexander Satryo Wibowo dari Jakarta, Indonesia dan mengalahkan penggugat Piere Cardin dari Francis. Hakim memutuskan berdasarkan pada asas “ first to file ” yang biasa dikenal dalam hukum kekayaan intelektual. Dalam hal ini Alexander mendaftar dan mengantongi hak exlusif merek Piere Cardin Indonesia sejak 29 Juli 1977, sedangkan Piere Cardin dari Francis baru mendaftarkannnya di Indonesia pada tahun 1999. “Jauh sebelumnya, masyarakat Indonesia memprediksi yang akan menang adalah Piere Cardin Internasional dan mengalahkan pemilik Merek Sah Piere Cardin dari Indonesia. Oleh karena itu Presiden Jokowi patut berikan anugrah kepada hakim hakim yang menangani perkara ini,“ ujarnya. Menurut Ismail pengamatan hakim yang mengadili perkara ini terlihat sangat jeli dan memenuhi harapan rasa adil dari masyarakat luas. Putusan tersebut menyelamatkan puluhan ribu karyawan perusahaan yang telah berproduksi sejak tahun 1970 itu. Salah satu bukti Alexander Satryo Wibowo dari PT Gudang Rejeki sebagai produsen dan pendaftar pertama yang beritikad baik adalah dalam diskusi tadi telah dipertunjukan bukti transaksi dari 3 (tiga) super market sejak tahun 1977, dan di dalam kemasannya tertulis Product By PT Gudang Rejeki, From Indonesia. Sementara itu Produksi Piere Cardin dari luar negeri baru tahun 90 an masuk dan dikenal publik di Indonesia. Imam Suhartadi/IS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu