Mabes TNI Ingin Cetak Master Intelijen Kelas Dunia

Rimanews – Markas Besar TNI ingin mencetak master intelijen kelas dunia melalui Sekolah Manajemen dan Analis Intelijen yang baru dibuka di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (17/11). “Ada sasaran yang ini dicapai dalam sekolah ini, yakni peningkatan kemampuan intelijen guna menciptakan master intelijen,” kata Panglima TNI, Jenderal Moeldoko saat menjadi inspektur upacara pembukaan Sekolah Manajemen dan Analis Intelijen, Senin. Baca Juga Panglima TNI di Tengah Pusaran Makar Panglima TNI: Mau Demo Apalagi? TNI Ikut Buru Dalang Demo Makar Mabes Polri Cari Penyebar Isu Pencopotan Panglima TNI Presiden Tepis Isu Pergantian Panglima TNI Dengan pembukaan sekolah ini, Panglima TNI ingin memperkuat Badan Intelijen Strategis (Bais) dan jajaran intelijen TNI. Dikatakan Moeldoko, pihaknya juga tengah memikirkan perwira menengah (pamen) seperti letnan kolonel yang memiliki kemampuan intelijen yang hebat, tetapi tak berkesempatan untuk Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI. “Menurut pandangan saya, saat ini para pamen tak usah memikirkan soal jabatan. Karena nantinya akan menjadi master intelijen,” kata Panglima TNI, di hadapan puluhan siswa intelijen. Moeldoko menjelaskan, sekolah intelijen yang baru dibuka ini akan menjadi pengembangan karir prajurit TNI ke depan. Sehingga, untuk menjadi seorang Pangdam tak harus mengikuti Sesko angkatan. “Tak perlu kecil hati. Yang terpenting agar menekuni bidang intelijen ini,” kata dia. Dia berharap, para siswa sekolah intelijen gelombang pertama ini menekuni setiap pelajaran yang diberikan. “Saya minta agar soal-soal yang diberikan tidak sama. Kasih beban yang seberat-beratnya agar para siswa mampu mengasah dengan baik kemampuan intelijennya, anggaran akan disiapkan. Soal pengembangan SDM, saya tak perlu hitung-hitung, yang penting bisa berkembang dengan baik,” tegasnya. Panglima menuturkan, setelah zaman reformasi, persoalan intelijen menjadi kacau balau, bahkan ada upaya untuk mengecilkan peran dan fungsi intelijen. Sekolah intelijen ini, ditambahkan Moeldoko, dibuka guna mengembalikan Indonesia memiliki kalangan intelijen kuat dan mampu bersaing dengan negara-negara adidaya. “Dulu kita punya tokoh dan master intelijen yang hebat dan diakui oleh dunia, seperti Benny Moerdani dan Hendropriyono. Namun ke arah sini belum ada lagi master intelijen Indonesia,” tutur Panglima TNI.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Mabes TNI , Panglima TNI , sekolah manajemen dan analisis intelijen , Keamanan , Nasional

Sumber: RimaNews