Misbakhun Tak Puas Cukai Rokok Naik, Ini Sebabnya

Rimanews – Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun merasa belum puas dengan tarif cukai rokok tahun 2016 yang dilansir Kementerian Keuangan belum lama ini. Pasalnya, tarif cukai untuk segmen sigaret kretek tangan (SKT) golongan 1 mengalami kenaikan menjadi Rp 320 per batang, naik Rp 30 atau 10,34%. “Saya tidak puas terhadap cukai segmen SKT golongan 1 karena dalam proses kerjanya banyak melibatkan koperasi masyarakat sebagai penerima pekerjaan linting rokok yang melibatkan banyak tenaga kerja,” ujar dia di Gedung DPR, Senayan, Rabu (11/11/2015). Baca Juga Gempa Aceh, Pidie Jaya Kesulitan Alat Berat Gempa Aceh, Belasan Bangunan Roboh KPU Didesak Batalkan Agus-Sylvi karena Program Semiliar untuk RW Dia mempertanyakan kenapa kenaikan cukai rokok untuk SKT juga dikenakan kenaikan cukai yang tinggi. Dia menduga, karena perusahaan rokok besar golongan 1 menggunakan kenaikan cukai SKT saat ini untuk mengurangi volume pekerjaan yang dialihkan ke koperasi masyarakat tersebut. Menurut politisi Golkar ini, harusnya kenaikan cukai SKT golongan 1 yang banyak dialihkerjakan pada koperasi ini, juga menjadi perhatian pemerintah dalam menaikkan tarif cukai SKT golongan 1. “Jangan sampai kenaikan tarif cukai rokok ini justru makin menaikkan gelombang PHK buruh SKT,” tegas Anggota DPR yang berasal dari dapil Jawa Timur II ini. Belum lama ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan tarif cukai rokok kembali mengalami kenaikan mulai 2016. Kenaikan tarif cukai rokok rata-rata 11,19%. Rencana kenaikan cukai rokok ini sudah memperhitungkan aspek kesehatan, serta mengakomodisi kemampuan pabrik dan petani rokok. Pemerintah mengejar target penerimaan negara dari cukai tahun 2016 sebesar Rp 146,4 triliun. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Muhammad Misbakhun , cukai rokok naik , politik , Nasional

Sumber: RimaNews