Perusuh Sepak Bola Mesir Bidik Penguasa

, Kairo – Sebagian perusuh sepak bola Mesir memiliki target baru dalam mengarahkan emosi mereka: pemimpin Mesir, Mohamed Hussein Tantawi, pengganti Presiden Husni Mubarak. “Kami menginginkan kepalamu, pengkhianat,” tulis Ultras Tahrir Square di Facebook, hari ini. Ultras adalah sebutan bagi penggemar garis keras. Ada Ultras Al Ahli, Ultras Ksatria Putih dari klub Zamalek, dan lainnya. Selama masa pemerintahan Presiden Mubarak, mereka menganggap militer sebagai musuh yang menekan rakyat. Mereka menyanyikan yel-yel antimiliter di setiap pertandingan. Berbagai kelompok ini bergabung dalam Ultras Tahrir Square yang ikut di baris depan demonstrasi anti-Mubarak tahun lalu. Dari pesan, terlihat mereka kecewa akan pemimpin baru di negeri piramida tersebut. “Kau sombong dan menganggap masyarakat Mesir melupakan revolusi,” katanya. Reuters mengabarkan, bubar dari kerusuhan di Stadion Port Said kemarin, banyak orang meneriakkan tuntutan agar Tantawi mundur. Kemarahan Ultras tidak bisa dianggap angin lalu. “Mereka sangat populer dan dihormati di kalangan revolusioner,” ujar Ahmed Badr, 45 tahun, pedagang di Port Said. Tantawi mengatakan Angkatan Bersenjata tidak membiarkan kerusuhan ini membuat masa transisi berantakan. Artinya, pihak militer tetap akan menyerahkan kepemimpinan kepada sipil, Juni mendatang. Dia juga berjanji akan menangkap perusuh dan menetapkan tiga hari berkabung. Lewat Facebook, Ultras Al Ahli mengatakan masa berkabung hendaknya tidak hanya menyesali kepergian korban tewas, tapi juga untuk semua orang yang kehilangan moral dan tidak peduli pada negara. Kerusuhan meledak di Stadion Port Said kemarin setelah Al-Masry unggul atas tamunya, Al-Ahli, 3-1. Pendukung tuan rumah, dengan kapasitas stadion 18 ribu, menyerbu pemain dan pendukung lawan. Sebanyak 74 orang, termasuk polisi, tewas dan seribuan luka-luka. Kebanyakan akibat terinjak. NEWS 24 | REZA MAULANA

Sumber: Tempo.co