Polandia Berambisi Gilas Rusia

WARSAWA – Pelatih Polandia Franciszek Smulda hanya fokus kepada pertandingan mereka melawan Rusia di Stadion Nasional Warsawa, pukul 18.00 pada 12 Juni 2012 waktu setempat. “Di luar itu bukan urusan saya,” kata Smulda dalam konferensi pers di Stadion Nasional Warsawa pada sore 11 Juni waktu setempat yang juga dihadiri oleh Tempo. Smulda mengatakan hal itu untuk menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan serunya pertandingan ini karena sejarah pendudukan Rusia ketika masih tergabung dalam Uni Soviyet di Polandia pada masa lampau. Maciey Smolarczyk, seorang mahasiswa yang menjadi sukarelawan di stasiun sentra Warsawa, mengatakan kepada Tempo bahwa pertandingan ini penuh emosi dan sarat gengsi karena riwayat ratusan tahun konflik Rusia dan Polandia. “Tim kami boleh seri atau kalah dari tim lain tapi tidak dengan Rusia,” kata Smolarczyk. Gelandang Dariusz Dudka yang mendampingi Smulda dalam konferensi pers ini sepakat dengan pelatihnya. Menjelang pertandingan 12 Juni ini, Smulda tidak membiarkan para pemainnya membaca sejumlah media yang ramai memberitakan bakal serunya pertandingan karena latar belakang sejarah hubungan dua negara ini di luar urusan sepak bola. “Pemain hanya akan menonton tayangan musik di televisi hotel,” kata mantan pelatih KKS Lech Poznan itu. Ia sudah melihat Rusia melawan Italia dan menurutnya tim asuhan pelatih terkenal asal Belanda, Dick Advocaat itu bagus. “Tapi kami tak mau kalah dan sudah mendapat satu poin. Kami akan habis-habisan selama 90 menit,” penggati pelatih Polandia sebelumnya dari Belanda, Leo Benhaker itu menambahkan. Polandia kalah melawan Rusia dalam sebuah pertandingan persahabatan sebelumnya. Tapi Dudka yakin kali ini mereka lebih baik. “Sekarang lebih banyak pemain muda di tim ini,” kata pemain klub Belgia, AJ Auxerre itu. Smulda menjami kondisi fisik timnya bisa lebih baik dibandingkan ketika saat Yunani menahan mereka 1-1 di pertandingan perdana. Ia menolak menjawab apakah akan mengandalkan serangan balik melawan pasukan Advocaat. “Yang jelas kami akan lebih teroganisir begitu kehilangan penguasaan bola.” Smulda mengakui kalah populer dibandingkan dengan Advocaat. “Ia sudah berprestai di Piala Dunia (membawa Belanda lolos dari babak penyisihan grup dalam Piala Dunia di Amerika Serikat) dan tampak lebih muda. Saya berharap dia terus sukses kecuali ketika melawan kami,” kata Smulda sambil tersenyum. PRASETYO (Warsawa)

Sumber: Tempo.co