Putri Mataram Tidak Mau Pongah, Garda Siliwangi Cari Pengalaman

SOLO – Sebagau klub sepak bola wanita tertua di Indonesia Putri Mataram tak ingin besar kepala. Sebagai juara bertahan Putri Mataram mencoba tetap waspada. Ini tak lain karena fakta Putri Surakarta, dengan status tim baru, bisa memaksa tim berjuang hingga adu penalti. “Pada prinsipnya kami siap, anak-anak juga sangat bersemangat. Ada beberapa pemain muda, masih kecil mungkin lebih tepatnya, juga akan kami coba. Di Indonesia mini kejuaraan, jadi Bengawan Cup sangat penting untuk pemain,” ujar Sri Hastuti, mantan pemain Timnas dan pelatih Putri Mataram. Sementara Garda Siliwangi FC, ini menjadi turnamen debut mereka di luar Jawa Barat. Meski sadar tidak mudah, ajang ini akan coba dioptimalkan, agar pemain bisa lebih bersemangat bermain sepak bola. “Selama ini, karena tidak ada kompetisi reguler, dan turnamen juga jarang, anak-anak lari ke futsal. Meski saya dengar, banyak pemain bagus di Putri Surakarta, apalagi PSW Mataram, tapi yang pasti ini akan menjadi pengalaman luar biasa untuk teman-teman,” jelas Dita Fatria, Manager Garda Siliwangi FC.* BERITA TERKAIT Ini 107 Pemilik Suara Kongres PSSI di Bandung yang Akan Tentukan Nasib Persebaya 123 0 PSSI Tetapkan Hotel Aryaduta Bandung Sebagai Tempat Kongres pada 8 Januari 2017 101 0 Ikut Majukan Sepak Bola Nasional, Divif 2 Kostrad Gelar Turnamen U-15 102 0 5 Fakta Menarik Ezra Walian, Pemain Timnas Belanda U-17 yang Ingin Berkostum Indonesia 653 0 PSSI Jadikan Spanyol Sebagai Rujukan Mencari Pelatih Timnas Indonesia 324 0

Sumber: TopSkor ID