Sering ganti pelatih, Persib seret prestasi

Sindonews.com – Persib Bandung mengaku dalam beberapa musim terakhir terjadinya pergantian pelatih berdampak kurang baik pada kinerja tim. Masuk dan perginya pelatih itu diakui manajemen tim berpengaruh terhadap penampilan Maung Bandung, julukan Persib yang posisinya naik turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL). “Pengalaman yang lalu akan menjadi pelajaran bagi tim kedepan. Perekrutan pelatih akan melalui berbagai pertimbangan sehingga tak ada keputusan yang harus disesalkan di kemudian hari,” ucap manajer Persib Umuh Muchtar, Senin (30/7/2012). Manajer berusia 64 tahun yang sudah mengurus Persib dalam dua musim terakhir ini tercatat sudah melakukan pergantian lima pelatih. Pada musim 2010/2011, Persib awalnya merekrut Daniel Darko Janackovic. Namun, kerja sama dengan Daniel Darko tak bertahan lama. Posisinya kemudian digantikan asistennya, Jovo Cuckovic yang naik tahta hingga putaran pertama berakhir. Ditangani Jovo, Persib ternyata terpuruk di papan bawah klasemen. Tangan dingin pelatih lokal Daniel Roekito akhirnya ditunjuk untuk membesut Maung Bandung. Di akhir musim tersebut, Persib hanya bertahan di papan tengah. Semusim kemudian atau pada musim 2011/2012, pelatih asal Kroasia Drago Mamic dipilih untuk membesut Maman Abdurrahman dan kawan-kawan. Mamic pun nasibnya hanya satu putaran. Asisten pelatih Robby Darwis naik tahta dengan masa jabatan hingga selesainya putaran kedua. Namun, apa yang dilakukan Persib dengan melakukan pergantian pelatih lagi-lagi berujung pada seretnya prestasi. Target finis di peringkat lima pada musim lalu misalnya, ternyata hanya finis di peringkat ke delapan. “Menghadapi musim depan, kami berharap jangan ada pergantian pelatih di tengah jalan. Kita finis Lima Besar saja sulit. Pengalaman beberapa musim jadi cermin bagi kita,” ungkap Umuh. ( akr ) dibaca 2.104x

Sumber: Sindonews