Tenun Lombok Banyak Terserap di Pasar Domestik

Agen Casino Sbobet Mataram – Wilayah Lombok tak hanya terkenal dengan keindahan pantainya. Pulau ini juga kaya budaya, termasuk budaya menenun kain. Dibanding tenun dari daerah lainya, tenun lombok sangat kaya corak. Tak hanya setiap kabupaten, bahkan setiap desa hingga setiap keluarga, memiliki corak tenun sendiri. Tak heran, tenun Lombok termsuk salah satu yang banyak diburu kalangan pecinta kain, baik dalam maupun luar negeri. “Tenun Lombok banyak diserap pasar domestik. Namun, kami juga mengupayakan untuk mengekspornya ke Eropa dan Jepang,” kata CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, di sela peluncuran program Maybank Women Eco Weaver di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (2/11). Perancang busana ternama, Merdi Sihombing, juga mengakui soal keunikan yang dimiliki oleh tenun Lombok. “Keunikannya kaya teknik menenunnya, mulai songket hingga ikat, kaya coraknya, dan kaya warna dengan memanfaatkan alam sebagai bahan pewarna,” kata Merdi, yang didaulat membina para penenun di Lombok Timur dan Lombok Tengah serta di Sawah Lunto dan Tanah Datar, Sumatera Barat. Karena keunikan tersebut, Lombok dipilih sebagai tempay peluncuran program Maybank Women Eco Weaver . Program ini merupakan salah satu program utama Maybank yang dirancang untuk mendukung semangat kebersamaan Asean dalam mengangkat dan mempromosikan seni tenun tradisional secara berkelanjutan dengan tujuan memperkaya peran strategis kaum perempuan di berbagai komunitas untuk mencapai independensi ekonomi ( economic independence ) dan inklusi keuangan di kalangan pengrajin tenun perempuan di seluruh Asean. Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan tenun dipilih karena budaya menenun banyak ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia dan negara Asean lainnya. “Para perempuan di desa-desa di Lombok, Sumatera Barat, menenun untuk menambah penghasilan keluarga. Dengan bantuan dalam program Maybank Women Eco Weaven , tercapai independensi ekonomi para perempuan. Harapan kami ke depan, industri tenun di Asean terkenal di seluruh dunia,” kata Taswin. Maybank memulai inisiatif pemberdayaan perempuan lewat tenun sejak akhir 2015. Program ini hadir di dua negara, yaitu Indonesia (Lombok Timur dan Lombok Tengah serta Sawah Lunto dan Tanah Datar di Sumatera Barat) dan Kamboja. Maybank memberikan bantuan micro financing kepada 400 perajin di Lombok dan Sumatera Barat dalam kurun waktu 3 tahun. Pelatihan diantaranya meliputi teknik menenun, proses pewarnaan alami, pemasaran, promosi, dan literasi financial. “Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia. Sejalan dengan misi humanising financial services, kami memiliki komitmen untuk selalu berada di tengah komunitas serta tumbuh dan berkembang bersama komunitas, termasuk komunitas perempuan pengrajin tenun,” kata Taswin. Mardiana Makmun/FER Investor Daily

Sumber: BeritaSatu