96 desa di Bojonegoro dilanda banjir

Bojonegoro ( News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan sebanyak 96 desa di 15 kecamatan di daerah itu dilanda banjir akibat luapan Bengawan Solo dengan ketinggian air 14,82 meter (siaga hijau), Sabtu sekitar pukul 14.00 WIB. “Banjir luapan Bengawan Solo tidak hanya melanda areal tanaman padi, tapi juga pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 0,50-1 meter,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu. Sesuai data di BPBD, sebanyak 96 desa yang dilanda banjir luapan sungai terpanjang di Jawa itu, antara lain di Kecamatan Padangan, Trucuk, Malo, Dander, Kota, Balen, Kapas, Kanor, dan Baureno. Ia memperkirakan ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro akan terus merangkak naik hingga masuk siaga merah dengan ketinggian mencapai 15,30 meter, disebabkan pengaruh air banjir dari daerah hulu. “Perkiraan kami ketinggian air pada papan duga bisa mencapai 15,30 meter pada pukul 18.00 WIB,” jelas dia. Dengan meningkatnya ketinggian air Bengawan Solo itu, menurut dia, genangan air banjir akan meluas hingga melanda 146 desa di 16 kecamatan. “Kami masih melakukan pendataan dampak luapan Bengawan Solo yang terjadi sekarang ini,” jelas dia. Bupati Bojonegoro Suyoto menginstruksikan seluruh jajarannya menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mengantisipasi banjir luapan Bengawan Solo, mulai persiapan dapur umum, lokasi pengungsian dan lainnya. “Kami minta masyarakat waspada dengan naiknya air Bengawan Solo,” tegas bupati. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kota Mashuri menjelaskan banjir luapan Bengawan Solo di wilayahnya, mulai memasuki pekarangan, jalan desa dan rumah warga di Desa Ledokwetan dan Semanding, namun masih belum ada warga yang mengungsi. Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Suyono membenarkan ketinggian air Bengawan Solo di hilir, Jawa Timur, masih terus merangkak naik. Dari laporan yang diterima ketinggian air di Ndungus, Ngawi, statusnya masih siaga merah dengan ketinggian 8,65 meter pada pukul 15.00 WIB. Pada waktu bersamaan ketinggian air Bengawan Solo di Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, masing-masing 7.78 meter (siaga kuning), 5.36 meter (siaga kuning), 4.08 meter (siaga kuning) dan 1.90 meter (siaga hijau). “Kami belum menerima laporan ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah,” ucapnya. Editor: Ruslan Burhani COPYRIGHT © 2016

Sumber: AntaraNews