AJI Minta Media Bijak Siarkan Sidang Kasus Ahok

Rimanews – Aliansi Jurnalis Independen meminta media untuk bijak dalam menyiarkan sidang perkara bernuansa suku, agama, ras, dan antar-golongan mengingat dampak kasus ini sangat besar, kata Ketua Umum AJI, Suwarjono. “Saya berharap media tidak mengejar rating atau jumlah penonton, bisnis atau untuk memenuhi keinginan politik yang berperkara,” kata Suwarjono dalam siaran persnya, hari ini. Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Ahok mendaku tak pulang kampung demi hadapi sidang Semua orang ingin penjarakan Ahok Kemendagri: Pemberhentian Ahok sebagai Gubernur Wewenang Pengadilan Belum Ada Rencana Sidang Lanjutan Ahok Dipindah Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 13 Desembero 2016 dan disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi. Kasus ini berawal dari pernyataan Ahok di depan masyarakat Kepulauan Seribu yang mengutip ayat Al Maidah 51 dan dianggap menistakan agama. Kata Suwarjono, media harus mempertimbangkan efek yang muncul akibat pemberitaan. Media, kata dia, memang punya kewajiban untuk menyiarkan berita sebagai bagian dari fungsinya untuk memenuhi kebutuhan publik akan informasi. Menyiarkan proses persidangan sepanjang dibolehkan pengadilan, adalah bagian dari kebebasan pers. Namun Suwarjono juga mengingatkan soal tanggungjawab lainnya, yaitu menjaga kepentingan yang lebih besar. “Karena itu penting bagi media untuk mempertimbangkan dampak positif atau negatifnya,” kata dia. Kebebasan pers, kata Suwarjono, dijamin oleh Konstitusi dan Undang Undang Pers. Soal ini juga dituangkan dalam preambule Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ia juga menambahkan, preambule KEJ tak hanya menyatakan secara eksplisit soal kebebasan pers, tapi juga soal kewajiban pers yang lebih besar. “Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama,” kata dia. Ketua Bidang Penyiaran AJI Indonesia Revolusi Riza menambahkan, kasus yang menimpa Ahok ini, bukan semata kasus pidana biasa. Kasus ini tergolong sensitif dan bisa membahayakan kebhinekaan bangsa ini jika tak dikelola dengan tepat. “Peran media cukup besar dalam soal ini,” kata Revo. “Siaran media yang proporsional dan sesuai KEJ diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan publik akan informasi atas kasus itu tanpa mengorbankan kebhinekaan bangsa ini,” tambahnya. AJI meminta media berkaca pada siaran langsung sidang kasus Jessica Kemala Wongso, yang diadili karena diduga menjadi pembunuh Mirna Salihin dengan racun sianida. Siaran live sejumlah media penyiaran dalam kasus itu tak semata berisi siaran jalannya sidang, tapi juga diimbuhi dengan pandangan atau komentar dari pengamat dan pihak luar. Ada persidangan di luar pengadilan yang pengaruh ke publik sangat besar. Pemberitaan soal itu membuat media dikritik berat sebelah dan malah ada yang menudingnya sebagai trial by the press . “Kita harus berkaca dan introspeksi dari kritik publik itu,” tambahnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : AJI , sidang Ahok , Ahok , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews