Dewie Limpo Diciduk KPK, Hanura Minta Maaf ke Jokowi

Rimanews – Hanura meyakini kasus dugaan penerimaan suap yang melibatkan kadernya Dewie Yasin Limpo (DYL) tidak akan mencoreng nama baik pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Namun, mereka tetap meminta maaf kepada pemerintah Jokowi karena kasus dugaan korupsi yang melibatkan Dewie itu. “Tidak ada hubungannya dengan pemerintah, karena ini tindakan personal. Kami meminta maaf kepada pemerintah karena kebetulan itu (DYL) anggota Fraksi Hanura,” kata Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR RI, Nurdin Tampobolon, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (23/10/2015). Baca Juga Komisi XI: Ekonomi Mandiri Hindari Penguatan Mata Uang Asing Tolak Dolar, Jokowi Pilih Yuan untuk Nilai Tukar Rupiah Jokowi Kaget Lihat 445 Kilogram Sabu Presiden: Amnesti Pajak Tahap Satu Tersukses di Dunia Jokowi Akui Daya Saing Indonesia Masih Kalah dengan Negara ASEAN Menurut Nurdin, Hanura tidak tahu menahu apa yang tengah dikerjakan Dewie selama ini berkaitan kasus yang menimpanya. Namun, lanjut dia, sejak penetapan Dewie sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hanura telah memberhentikan Dewie dari keanggotaan partai maupun di parlemen. “Sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, DPP Hanura memberhentikan Dewie Yasin Limpo dari keanggotaan partai, dari jabatan kepengurusan di DPP, diikuti pemberhentian dari DPR RI sejak penetapannya sebagai tersangka,” ucap Nurdin. Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto melalui surat keterangan yang disampaikan Nurdin, juga meminta maaf sebesar-besarnya atas tindakan kadernya tersebut. “Dari hasil penyelidikan internal mengisyaratkan tindakan Dewie Yasin Limpo perbuatan individual dan bukan merupakan misi fraksi maupun Partai Hanura, bahkan bertentangan dengan instruksi pimpinan partai dan fraksi yang tegas meminta kader menjauhi hal seperti itu,” kata dia. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Hanura , Jokowi , Dewie Yasin Limpo diciduk KPK , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews