Hamynudin gugat Persib demi perbaikan manajemen

Sindonews.com – Nama Hamynudin Fariza belakangan ini hangat diperbincangkan oleh para Bobotoh Persib Bandung lantaran tindakannya yang telah mempidanakan dan menggugat manajemen Persib Bandung atas dugaan penipuan dan penggelapan. Namun dibalik itu semua Hamynudin yang juga seorang bobotoh memiliki satu sisi lain mengenai tindakannya tersebut. Sebagai Bobotoh dia berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semuanya. “Saya ini bobotoh. Bahkan semua bagian mobil saya di branding Persib sudah sejak lama. Disini (kasus), saya hanya ingin memperlihatkan sisi manajemen yang buruk. Saya piker seharusnya manajemen bisa mengatasi masalah kecil seperti ini,” kata Hamynudi yang juga seorang pengusaha kenamaan di Papua ini. Pada awalnya, kata dia, pihaknya menginkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan namun sayang dari pihak Persib Bandung sama sekali tidak ada itikad baik. Bahkan hingga salah seoerang petingginya dijadikan tersangka dalam kasus pidana, masih juga tidak ada itikad baik tersebut. “Saya murni bukan mencari keuntungan atau popularitas. Saya ini hanya bobotoh yang menjalankan bisnis di Papua. Yang perlu diingat semua orang dimata hukum itu sama,” tegasnya. Lebih lanjut Hamynudin mengungkapkan, meski dirinya menjalankan usaha di Papua namun setiap kali Persib bermain dirinya rela terbang selama tujuh jam ke Jakarta hanya sekedar menonton. “Saya selalu izin sama istri, keluarga, dan para staf saya hanya untuk menonton pertandingan kandang. Kadang juga pernah Persib main di Kalimantan saya juga terbang kesana. Dan itu semata-mata hanya ingin menonton saja,” ucapnya. Menurutnya, kebiasannya itu pula lah yang menjadi awal pertemuan dirinya dengan para tergugat saat ini. Hingga akhirnya Hamynudin pun ditawari untuk menjadi ketua Panpel 2011/2012 dan berakhir pada kasus pidana dan perdata yang kini menyeret para petinggi Persib Bandung. ( wbs ) dibaca 2.424x

Sumber: Sindonews