Panwaslu Nilai Alat Peraga Kampanye Banyak yang Melanggar Aturan

RIMANEWS – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menilai banyak pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanye calon presiden dan wakil presiden. “Banyak pelanggaran dalam pemasangan APK (alat peraga kampanye). Ini menjadi perhatian dan catatan kami,” kata anggota Koordinator Bidang Pengawasan dan Penanganan Hukum Panwaslu Kotim, Tohari di Sampit, Sabtu. Pelanggaran yang terjadi umumnya dalam hal jumlah alat peraga kampanye yang dipasang seperti alat peraga berupa spanduk dibatasi maksimal lima buah dalam satu desa/kelurahan, sedangkan baliho atau billboard maksimal tiga buah dalam satu desa/kelurahan. Saat ini pelanggaran-pelanggaran tersebut masih didata sebagai bahan laporan. Namun disinggung terkait kemungkinan penertiban alat peraga kampanye tersebut, Tohari tidak menjawab secara pasti. “Tapi kalau dibandingkan pelanggaran saat pemilu legislatif lalu, saat ini jauh lebih sedikit. Kami juga mempertimbangkan waktu karena beberapa hari lagi sudah memasuki masa tenang dan alat peraga itu juga pasti akan ditertibkan,” ucap Tohari. Pantauan di lapangan, alat peraga kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden memang tidak sebanyak alat peraga kampanye calon anggota legislatif saat pemilu legislatif 9 Juni lalu. Pemilu presiden akan digelar 9 Juli nanti diikuti dua pasang kader terbaik bangsa yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka KPU Kotim pada 9 Juni lalu, jumlah pemilih pemilu presiden dan wakil presiden di Kotim yang masuk dalam daftar pemilih tetap sebanyak 331.260 pemilih, terdiri dari laki-laki 179.548 pemilih dan perempuan 151.712 pemilih. Mereka akan memberikan hak pilih di 920 tempat pemungutan suara yang tersebar di 17 kecamatan. [acong] Baca Juga Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ragam , Panwaslu , Alat , Peraga , Ragam , Panwaslu , Alat , Peraga

Sumber: RimaNews