Sidang Singkat, Pimpinan IM Dihukum Seumur Hidup

Rimanews – Pengadilan Mesir kembali menghukum pemimpin Ikhwanul Muslimin (IM), Senin (15/9/2014). Melalui sidang yang sangat singkat, vonis langsung dijatuhkan. Mohamed Badie dan 14 rekannya dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup dengan tuduhan pembunuhan dan menghasut dengan kekerasan hingga berakibat bentrok di Kairo tahun lalu. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi Sidang dijadwalkan untuk mendengar keterangan dari para saksi. Namun secara mengejutkan hakim langsung membacakan vonis. Badie, 71 tahun, dan ratusan anggota IM kini menjadi buruan Mesir. Gerakan politik ini dianggap bertanggungjawab terhadap kasus Badr-Azam Case. Badie dan para terdakwa lainnya dihukum karena terbukti membunuh lima orang dan berusaha membunuh 100 orang lainnya dalam aksi kekerasan yang meletus di Giza, pada 15 Juli 2013. Sebelumnya, Pengadilan Mesir telah menjatuhkan vonis hukuman mati pada ratusan pengikut IM. Vonis mati dijatuhkan dalam sebuah persidangan massal. Namun hakim mengatakan, terdakwa dapat mengajukan banding. Vonis hukuman mati ini menuai kecaman dari dunia internasional. Perburuan terhadap anggota IM mulai terjadi setelah Abdel Fattah al-Sisi yang saat itu panglima militer menggulingkan Presiden Mohamed Moursi pada 3 Juli 2013 setelah melakukan aksi-aksi protes terhadap pemerintah yang dipimpin Moursi. Sisi, yang menang dalam pemilihan presiden, dalam kampanyenya berikrar bahwa IM, yang pernah masuk dalam gerakan-gerakan bawah tanah yang hebat,tidak akan bisa aktif dibawah pemerintahnya. Sejak itu, gerakan islam tertua di Mesir itu dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Ribuan pendukungnya diburu dan ditangkap. Pengadilan singkat menghukum ratusan orang dengan hukuman mati atau penjara yang lama. Moursi, yang dipilih secara demokratik tahun 2012, juga diadili atas sejumlah tuduhan termasuk menghasut aksi kekerasan dan bersekongkol dengan satu kekuatan asing, dan akan menghadapi hukuman mati jika tuduhan tersebut terbukti. Badie termasuk salah satu yang telah mendapatkan vonis hukuman mati atas tuduhan menghasut kekerasan dan memblikor jalan raya utara Kairo saat melakukan aksi protes setelah Moursi digulingkan. Kini Badie divonis hukuman seumur hidup atas dakwaan kekerasan yang meletus di Provinsi Minya dan menewaskan seorang polisi. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ikhwanul Muslimin , pengadilan Mesir , mohammad badie , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews