1986: Keragaman Warga Negara Jadi Pondasi Liverpool Raih Dua Gelar

Sgp Singapura Metrotvnews.com, Liverpool: Salah satu momen kejayaan Liverpool terjadi pada 10 Mei 1986. Pada saat itu, The Reds sukses merengkuh trofi Piala FA sekaligus meraih double winners pada akhir musim. Terasa istimewa lantaran Liverpool berhasil mendapatkan dua gelar setelah membungkam sang rival sekota, Everton. Trofi Piala FA berhasil didapatkan The Reds usai menang 3-1 atas Everton. Kemenangan ini melengkapi kebahagiaan para pemain Liverpool yang sepekan sebelumnya mengalahkan The Toffees dalam perburuan gelar Liga Inggris. Baca juga 1872: Digelarnya Laga Internasional Pertama di Dunia Freddie Mercury Tutup Usia 1999: Awal Cedera Parah Ronaldo Brandconnect 8 Jajanan Indonesia Terlezat untuk Dicicipi Everton sebetulnya dalam kondisi on fire jelang final Piala FA berlangsung. Pemain hingga staf pelatih berulang kali sesumbar bisa mengalahkan The Reds pada laga final yang dihelat di Stadion Wembey, London tersebut. Mereka makin bersemangat untuk meraih trofi setelah dipermalukan Liverpool di Liga Inggris. Semangat juang Everton makin membara setelah Gary Lineker menjebol gawang The Reds pada menit ke-27. Sejak saat itu, Everton terus mendominasi pertandingan dan tak henti mencecar pertahanan sang rival. Namun dewi fortuna menaungi The Reds sehingga tidak kebobolan banyak gol hingga interval pertama berakhir. Sial bagi Everton, Liverpool seolah mendapat kekuatan ekstra usai turun minum. Buktinya selang 11 menit setelah peluit kick off babak kedua dibunyikan, Liverpool sukses menyamakan kedudukan lewat sepakan Ian Rush. Enam menit kemudian, gelandang The Reds, Craig Johnston mencetak gol dan membuat kedudukan berbalik menjadi 2-1. Moril pemain Everton tak pernah bangkit sejak saat itu. Rush makin meruntuhkan semangat juang penggawa The Toffees dengan mencetak gol lewat sepakan jarak jauh pada menit ke-83. Skor 3-1 tetap bertahan hingga akhir pertandingan sehingga Liverpool berhak mengangkat trofi Piala FA 1985–1986. Keberhasilan merengkuh trofi terasa kurang meriah karena Liverpool mendapat cibiran dari publik seusai laga. Sambutan kurang hangat muncul diterima Liverpool gara-gara tak menyertakan satu pemain asli Inggris di partai final. Johnston sebetulnya memiliki paspor Inggris pada saat itu. Namun ia terlahir sebagai warga negara Afrika Selatan. Ia pindah kewarganegaraan setelah menetap di Inggris sejak usia 14 tahun. Liverpool akhirnya tercatat sebagai tim pertama yang tak memiliki pemain asli Inggris dalam starting XI saat melakoni final Piala FA. Toh, fakta itu tidak terlalu berpengaruh buat fan The Reds. Selagi bisa memberikan gelar juara, suporter Liverpool rasanya tidak akan mempermalasahkan kewarganegaraan sang pemain. Apalagi jika keragaman warga negara di dalam tim mampu memberikan double winners untuk The Reds pada akhir musim. Persis seperti yang dilakukan Rush dkk pada 1985–1986. (TDIFH) Susunan starting XI Liverpool untuk final Piala FA 1985–1986 Bruce Grobbelaar (Zimbabwe) Mark Lawrenson (Irlandia) Jim Beglin (Irlandia) Steve Nicol (Skotlandia) Ronnie Whelan (Irlandia) Alan Hansen (Skotlandia) Kenny Dalglish (Skotlandia) Craig Johnston (Afrika Selatan) Ian Rush (Wales) Jan Molby (Denmark) Kevin MacDonald (Skotlandia) (HIL)

Sumber: MetroTVNews