BBM Subsidi Terkuras, Pertamina Bakal Rugi Besar

Sgp Singapura RIMANEWS – Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) telah sepakat mengenai kuota BBM subsidi sebanyak 46 juta kiloliter (KL) selama 2014 dalam APBN-P. Namun, perkiraan tersebut berpeluang membengkak. Pasalnya, Pertamina menghitung ulang konsumsi BBM nasional. Hasilnya, angka 46 juta KL akan habis pada 19 Desember 2014. Pertamina kuatir 20 hari terakhir tahun ini akan terjadi kelangkaan BBM. “Saat ini realisasi penyaluran BBM subsidi pada Juni 2014 sudah mencapai 22,9 juta kilo liter dari jatah yang ditetapkan APBN sebanyak 46 juta KL. Dengan perhitungan kami apalagi ada peningkatan konsumsi BBM subsidi saat mudik-balik lebaran, maka jatah BBM subsidi tidak cukup sampai akhir tahun,” papar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, Jumat (18/7). Baca Juga Tahun Depan Peluang Harga BBM Naik 50:50 BBM Bercampur Air Muncul di Depok Truk Tangki Pertamina Meledak, 2 Tewas Indeks Pembangunan Manusia Papua Masih Rendah Pertamina melaporkan perhitungan ulang mencatat konsumsi solar subsidi habis pada 30 November dan premium habis 19 Desember. Pemerintah diharapkan membuat keputusan tegas agar Pertamina dapat membatasi konsumsi dan menjaga pasokan. Hanung mengatakan peluang menambah kuota subsidi sudah tidak memungkinkan. “Menteri Keuangan juga sudah mengirim surat ke Pertamina jika tidak ada tambahan kuota tahun ini. Cukup tidak cukup ya segitu, tidak mungkin Pertamina menyalurkan lebih dari kuota 46 juta kilo liter, karena tidak akan diganti oleh pemerintah, kasihan dong Pertamina sudah tahun ini menanggung sendiri beban subsidi elpiji Rp 6 triliun,” tutupnya. (chus) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : pertamina , bbm , subsidi , APBN , konsumen , rugi , Korporasi , pertamina , bbm , subsidi , APBN , konsumen , rugi , Korporasi

Sumber: RimaNews