Freeport Ingin Pemerintah Perpanjang Kontrak Hingga 2031

Freeport tengah gelisah menunggu kepastian kontrak dari pemerintah. Dalam rencana awal, perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat itu berpeluang menjajaki kontrak hingga tahun 2o41. Meskipun demikian, kini Freeport berharap dapat merampungkan renegosiasi kontrak secepatnya walau hanya selama 10 tahun hingg 2031. Sudah lima bulan berlalu sejak Freeport dan pemerintah menyepakati amandemen kontrak, namun belum ada tanda-tanda kepastian dari pemerintah untuk memperpanjang masa kontrak sesuai harapan Freeport. Sejauh ini, ada lima dari enam poin dari amandemen kontrak yang sudah disetujui kedua belah pihak. Poin-poin tersebut seperti dikutip K ompas adalah, (1) kewajiban divestasi saham 30 persen ke kepemilikan nasional, dilanjutkan dengan (2) kenaikan royalti untuk emas, perak, dan tembaga, (3) pembangunan smelter mulai tahun 2017, (4) kesediaan Freeport menggunakan kandungan lokal, dan (5) siapnya perusahaan tersebut menciutkan wilayah operasi tambang. Namun yang masih menunggu kepastian adalah perpanjangan kontrak hingga 2041. Saat ini Freeport tengah menanti kepastian usaha dan investasi. Oleh karenanya, mereka bersedia jika perpanjangan kontrak itu dilakukan tidak langsung 20 tahun, tetapi 10 tahun saja hingga 2031. Disampaikan oleh Rozik B Soetjipto, Presiden Direktur Freeport Indonesia, perpanjangan kontrak selama 10 tahun pertama dibutuhkan perusahaannya untuk memastikan berbagai kerja. Dituturkannya kepada KONTAN, “Minimal (perpanjangan kontrak dengan durasi 10 tahun hingga 2031) itu jangka waktu untuk pengembalian modal, karena tambang underground baru berproduksi penuh pasca 2022 dan smelter membutuhkan kapasitas penuh juga.” Foto: metrotvnews.com

Sumber: Sidomi