Hanna dan Bayu Tersingkir di Babak Perempatfinal

Balikpapan – Yonex-Sunrise Indonesian Masters baru sampai babak perempatfinal, tunggal putri Indonesia sudah habis. Hanna Ramadini, satu-satunya wakil tunggal putri yang tersisa, terhenti. Muhammad Bayu Pangisthu juga dipaksa angkat koper. Bermain di Gedung Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2016), Hanna dikalahkan Pornpawee Chochuwong, unggulan tujuh asal Thailand, dengan skor 8-21 dan 15-21. “Penguasaan lapangan saya masih kurang dibanding lawan. Mungkin karena kemarin dia juga main di lapangan yang sama, jadi dia udah tahu duluan. Sementara saya masih bingung dan belum siap. Giliran saya udah tahu caranya, dia udah lebih siap lagi,” kata Hanna seperti dikutip Badminton Indonesia. “Pertandingan dari kemarin istilahnya, siapa yang lebih bisa menguasai keadaan angin, dia lah yang bisa memenangkan pertandingan. Tadi juga Hanna sebenarnya sudah bisa menguasai game kedua, tapi cara mainnya berubah lagi. Kalau dia main satu-satu pasti bisa, tapi anaknya kurang sabar,” kata Bambang Supriyanto, pelatih tunggal putri. Hasil ini secara otomatis belum bisa memenuhi target awal tunggal putri di Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2016. Sebelumnya manajer tim Indonesia, Ricky Soebagdja, mematok semifinal sebagai target untuk tunggal putri. Selain Hanna, tunggal putri Pelatnas PBSI juga mengirimkan delapan atlet lainnya. Mereka adalah Gregoria Mariska, Fitriani, Dinar Dyah Ayustine, Ruselli Hartawan, Isra Faradila, Desandha Vegarani Putri, Aurum Oktavia Winata dan Gabriela Meilani Moningka. Di laga lain wakil tunggal putra Indonesia, Muhammad Bayu Pangisthu, meraih hasil serupa. Dia tersingkir di babak perempatfinal usai dikalahkan pemain China Huang Yuxiang dengan skor 6-21, 19-21. “Kemarin setelah lawan Xue Song, saya belum benar-benar pulih. Jadi di pertandingan ini saya nggak percaya sama keadaan saya sendiri, dengan keadaan yang sakit-sakit badannya. Makanya pas pertama saya kurang greget dan takut-takut,” kata Bayu. “Saya ngasih bola yang menguntungkan dia, secara nggak sadar saya lakukan secara berulang,” tambahnya. Meski kalah, Bayu merasa cukup puas dengan penampilannya kali ini. “Secara umum saya puas karena bisa mencapai target saya di delapan besar. Apalagi kemarin saya juga lawan pemain yang rangkingnya di atas saya. Tapi dari sini saya juga dapat banyak pelajaran lagi untuk meningkatkan segi non teknis saya,” ujar Bayu. Harapan Indonesia untuk meloloskan semifinalis tunggal putra belum habis. Ihsan Maulana Mustofa akan berhadapan dengan Zhao Jun Peng, China malam ini. (fem/cas)

Sumber: Sport Detik