Poempida Klaim Aspirasi Kader Golkar Usulkan Munas Menguat

RIMANEWS-Politisi Partai Golkar Poempida Hidayatullah mengatakan aspirasi kader di daerah yang mengusulkan agar Partai Golkar melakukan musyawarah nasional (munas) pada Oktober 2014 terus menguat. “Saat ini ada sekitar 50 persen pengurus daerah di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota yang mengusulkan agar Partai Golkar melakukan munas,” kata Poempida Hidayatullah usai buka puasa bersama Ikatan Alumni Program Habibie (Iabie) di kediaman pribadi mantan presiden BJ Habibie di Jakarta, Jumat (18/7). Menurut Poempida, aspirasi para kader di daerah yang mengusulkan agar Partai Golkar melakukan munas didasarkan atas beberapa pertimbangan, antara lain karena periodesasi kepemimpinan di Partai Golkar selama lima tahun akan berakhir pada Oktober 2014. Sesuai AD/ART organisasi, kata dia, periodesasi kepengurusan Partai Goplkar selama lima tahun dan itu akan berakhir pada Oktober 2014. “Kalaupun pada munas Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, pada Oktober 2009, memutuskan munas berikutnya akan diadakan pada April 2015, itu artinya ada kevakuman kepengurusan pada Oktober 2014 hingga April 2014,” kata anggota Komisi IX DPR RI ini. Dalam kevamukan kepengurusan, kata dia, pimpinan Partai Golkar tidak bisa membuat keputusan apapun, sehingga akan lebih baik jika dilakukan munas pada oktober 2014. Poempida menegaskan, munas Partai Golkar ini diselenggarakan bukan untuk mengganti kepemimpinan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum, tapi untuk menyelamatkan partai dalam menyikapi perkembangan politik nasional. Ketika ditanya, jika Partai Golkar menyelenggarakan munas dan terpilih ketua umum baru, apakah akan bergabung dengan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menurut Poempida, Partai Golkar akan mendukung siapa pun capres-cawapres yang terpilih. “Kalau pasangan Jokowi-JK terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, maka Partai Golkar hasil munas akan merapat ke pemerintahan Jokowi-JK,” katanya. Poempida memperkirakan, pasangan Jokowi-JK jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, akan memerlukan kekuatan Partai Golkar untuk menambah kekuatan di parlemen. Kader-kader Partai Golkar, kata dia, juga menyadari bahwa koalisi yang dibangun oleh PDI Perjuangan dalam mendukung pasangan Jokowi-JK adalah koalisi tanpa syarat, sehingga dapat Partai Golkar hasil munas akan mengikuti komitmen tersebut. Ketika ditanya, siapa tokoh-tokoh yang akan tampil sebagai calon ketua umum jika Partai Golkar melakukan munas, Poempida enggan menjawab. Menurut dia, dinamika politik nasional terus bergulir dan berkembang. “Paling tidak kita tunggu hasil keputusan KPU, siapa pasangan capres-cawapres yang memenangkan pemilu presiden 2014,” katanya.[ach/rm] Baca Juga Adu Jotos Golkar KPK Tetapkan Anggota DPR Golkar Tersangka Baku Hantam Sesama Kader Golkar, Novanto: Hanya Salah Paham Buntut “Kita Indonesia”: Kronologi Pemukulan Sesama Anggota Golkar Polisi Panggil Yorrys Terkait Pemukulan Fayakhun Andriadi Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , golkar , Munas , Poempida Hidayatullah , Polhukam , golkar , Munas , Poempida Hidayatullah

Sumber: RimaNews