Wali Kota Tangerang: Normalisasi Sungai Cirarab untuk Atasi Banjir

Tangerang- Banjir melanda beberapa titik di Kota Tangerang, di antaranya Larangan Utara, Cileduk Indah, Karang Tengah, Flyover Cibodas, Kelurahan Alam Jaya, Periuk Jaya, dan Perumahan Total Persada, Senin (14/11). Banjir ini disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak kemarin sore. Wali Kota Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau lokasi pengungsian di GOR Perum Total Persada mengatakan, normalisasi Sungai Cirarab dari Bendung Sarakan sampai ujung Kali Leduk dan Situ Bulakan harus dilakukan. Normalisasi, katanya, akan bisa mengatasi banjir yang sering merendam daerah tersebut. Untuk menormalisasi, katanya, Pemkot Tangerang, akan bekerja sama dengan TNI. Banjir yang melanda wilayah Perumahan Total Persada, akibat hujan deras pada Minggu (13/11) sore membuat warga terpaksa mengungsi ke GOR setempat. Hal ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang dalam kicauannya di twitter, Senin (14/11). Ketinggian air di perumahan tersebut hingga menyentuh atap rumah. Banjir dikarenakan hujan deras yang membuat air tanggul di Perumahan Total Persada, meluap. Akibatnya ratusan unit rumah terendam banjir. BPBD Tangerang dalam akun twitternya menyebut, selain di Perumahan Total Persada, sejumlah wilayah di Tangerang dilanda banjir setelah hujan deras yang mengguyur pada Minggu tersebut. Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, dibantu oleh relawan lainnya sudah melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga. “Sejak malam hari, warga sudah dievakuasi dan mendirikan pula tenda darurat yang diperlukan. Ketinggian air hingga pagi ini masih tinggi yakni mencapai dua meter lebih,” kata Camat Periuk Rudy. Hingga kini, petugas masih membantu proses evakuasi dan melakukan penyaluran bantuan kepada korban terdampak banjir itu. Akibat banjir yang menggenangi jalan raya itu, menyebabkan kemacetan di sejumlah lokasi. Sebagian warga mengungsi di GOR Perum Total Persada Kota Tangerang. Warniti (51), warga RW 08, mengatakan, kami mengungsi ke sini sekitar setengah pukul 0800 tadi malam. Saya tidak menyangka bisa tidur di sini (GOR). Maret lalu kami juga mengungsi di sini,” katanya. Warniti menambahkan, biasanya perumahannya terkena banjir pada Januari dan Februari yang disebabkan hujan deras secara terus-menerus. Mimi Kartika/BW

Sumber: BeritaSatu