Wonogiri Sukses Memproduksi Energi dari Kotoran Hewan

Inovasi dalam pengembangan energi dilakukan masyarakat Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Masyarakat memproduksi energi melalui pemanfaatan kotoran hewan ternak, khususnya sapi. Bahkan setahun terakhir masyarakat desa di Wonogiri giat mengembangkan Bio Cyclo Farming, yakni sebuah proses pengolahan limbah kotoran hewan melalui fermentasi pembusukan untuk mengahsilkan gas yang dapat dipakai untuk kegiatan masak sehari-hari, ampas dari hasil fermentasi juga dapat dipakai sebagai pupuk organik. Salah satunya adalah Suparyono, Warga Dusun Trukan RT 02 RW 04 Desa Jimbar. Pemanfaatan kotoran ternak tersebut merupakan salah satu bagian dari pelatihan yang dijalankan Balilatfo Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertingal, dan Transmigrasi untuk mewujudkan desa mandiri energi dan pertanian. Suparyono menuturkan, dengan mengolah kotoran ternak sapi ternyata memberikan manfaat bukan hanya menghasilkan gas tapiu juga pupuk organik. Dengan diproduksinya pupuk organik berbahan baku limbah kotoran sapi, kini Kabupaten Wonogiri telah menjadi sentra pertanian organik. Pupuk organik tersebut juga sangat membantu para petani mengurangi pemakaian pupuk kimia yang sering langka di pasaran. “Masyarakat desa sekarang tidak sekadar memelihara ternak, tapi juga sudah mendapat nilai tambah dengan adanya pelatihan Bio Cyclo Farming,” tandasnya. Melihat perkembangan positif tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar memberikan apresiasi dan semangat kepada masyarakat desa. Menteri Marwan sangat upaya mendukung kemandirian energi tersebut. Terlebih berbagai program Kementerian Desa didorong untuk mempercepat terwujudnya desa mandiri energi. “Kemandirian desa itu merupakan program unggulan yang kami genjot terus. Kalau desa mampu mandiri di bidang energi, maka kedaulatan negara juga akan semakin kuat karena ketergantungan terhadap energi fosil yang diimpor semakin kecil,” pungkas Menteri Marwan. /ls

Sumber: BeritaSatu