Dugaan Malapraktik Rumah Sakit, Polda DIY Belum Tentukan Tersangka

Yogyakarta – Lima tenaga medis Rumah Sakit Umum (RSU) Rachma Husada Bantul, telah diperiksa sebagai saksi oleh Kepolisian Daerah (Polda) DI Yogyakarta, terkait kasus dugaan malapraktik dalam kematian Sumarsih, warga Desa Srihardono, Kecamatan Pundong Bantul. Kepala Unit (Kanit) II Subdit III Ditreskrimsus Polda DIY, Kompol Bambang Priyana, menjelaskan, lima tenaga medis yang diperiksa diantaranya adalah satu dokter, dua perawat dan dua petugas medis. Namun Polda DIY belum menetapkan tersangka dalam kasus malapraktik di dunia kesehatan tersebut. “Pemeriksaan sejumlah saksi itu untuk mengetahui apakah ada unsur pidana atau tidak. Selain petugas medis, ada sejumlah saksi ahli yang juga kami mintai keterangan,” ujar Bambang Priyana, Kamis (1/9). Dikatakan, Polda DIY harus meminta keterangan saksi ahli dalam menyingkap kasus dugaan malapraktik tersebut, untuk selanjutnya melakukan gelar perkara. Dikatakan, ekspose perkara akan memutuskan apakan perkara itu layak diteruskan secara hukum termasuk menetapkan tersangka. Diketahui, Sumarsih yang meninggal di di RS swasta Rachma Husada Bantul pada 11 Mei 2016, mendapatkan perawatan sehari sebelumnya karena menderita gangguan pencernaan. Menurut keluarga Sumarsih, pihak RS terkesan terburu-buru dalam mengembalikan jenazah ke keluarga dan tanpa perawatan terlebih. Pihak keluarga yang diwakili saudara sepupu korban, Yuli tidak diperbolehkan membayar jasa rumah sakit. Kondisi jenazah pun penuh kejanggalan, dari mulut dan hidung yang keluar busa sampai seluruh tubuh yang basah karena keringat. Bahkan surat keterangan kematian bernomor 03/SKM/RSRH/2016 yang ditandatangani dokter Dody Prastyo, tidak disebutkan penyebab kematian. Dihubungi terpisah, kuasa hukum RS Rachma Husada, Tri Suyud Nusanto tidak mau berkomentar panjang. Tri Suyud bahkan hanya mengirimkan pesan singkat yang menyatakan agar mengkonfirmasi hal tersebut kepada Yayasan Bina Husada, serta menambahkan bahwa ketua yayasan tersebut sangat dekat dengan seorang jenderal. Fuska Sani Evani/EHD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu