Hendrawan Minta Sri Mulyani Pakai Bahasa yang Mudah Dimengerti Rakyat

Tgl Hk Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (SMI) diminta untuk lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang lebih dimengerti oleh mayoritas masyarakat Indonesia ketika memaparkan kondisi keuangan dan perekonomian negara. Permintaan itu disampaikan secara langsung oleh Hendrawan Supratikno, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, yang dikenal juga sebagai seorang akademisi handal dan kerap memakai istilah berbahasa Inggris ketika bicara soal ekonomi. Langsung di hadapan SMI saat rapat di ruang kerja Komisi XI DPR, di Senayan, Jakarta, Hendrawan mengatakan bahwa secara substansi, seorang seperti dirinya sangat terpukau dengan pemaparan sang menteri soal kondisi ekonomi nasional. Namun, diingatkannya bahwa mayoritas rakyat Indonesia bukanlah seperti dirinya. “Anda semuanya luar biasa. Hanya bahasa Inggrisnya terlalu banyak. Saya sering interaksi dengan orang. Anda sebut secular stagnation . Yang lulus S1 bilang, opo kuwi ? Kalau bisa di-Indonesiakan saja pakai bahasa sederhana,” kata Hendrawan, Kamis (1/9) malam. Dengan memakai bahasa sederhana yang dipahami masyarakat, menurut Hendrawan, masyarakat pun tidak akan memprotes segala kebijakan yang di-endorse oleh SMI. Apabila kebanyakan memakai bahasa Inggris, Hendrawan menilai SMI akan gagal memberi pengertian kepada masyarakat soal kondisi keuangan negara yang terjadi. “Kalau pakai bahasa sederhana, akan beda. Sehingga, misalnya, masyarakat mengerti kalau pemerintah potong anggaran, ya tahu alasannya,” kata Hendrawan. “Ada lagi Anda sebut quantitative easing . Itu bahasa yang biasa di IMF dan World Bank. Tak semua tahu dan paham. Maka ketika anggaran dipotong, bupati saja ada yang marah. Kalau anda bilang ekonomi lesu, kuantitas uang menurun, semua akan mengerti.” “Jadi pakai bahasa yang benar supaya masyarakat tahu apa yang kita rasakan saat ini,” tandas Hendrawan. Markus Junianto Sihaloho/EHD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu