Kemenaker Tandatangani MoU dengan Tsinghua University dan Yayasan UID

Tgl Hk Jakarta–Hari ini (Rabu 9/11), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) peningkatan kepemimpinan dan inovasi di bidang ketenagakerjaan dengan Yayasan Upaya Damai Indonesia (UID) dan perguruan tinggi terkemuka Tsinghua University. Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri, Presiden Tsinghua University Qiu Yong dan Aristides Katoppo sebagai salah satu pendiri Yayasan Upaya Indonesia Damai atau dikenal juga dengan United in Diversity (UID). MoU ini terealisasi atas inisiasi UID sebagai lembaga nonprofit yang selama ini aktif mengembangkan kepemimpinan dan inovasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui kerjasama dengan berbagai lembaga perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam negeri seperti Universitas Indonesia (UI) maupun luar negeri seperti MIT Sloan School of Management, Columbia University termasuk Tsinghua University yang merupakan salah satu perguruan tinggi tertua dan terpandang di Republik Rakyat Tiongkok (RRT). “Dengan adanya MoU ini membuka peluang kepada Kemenaker untuk meningkatkan kompetensi SDM yang tidak hanya terbatas di jajaran Kemenaker namun SDM pemangku kepentingan lain, seperti anggota DPR, serikat pekerja, sektor swasta melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan inovasi di Tsinghua University,” kata Menaker M. Hanif Dhakiri. Menteri Hanif menyambut baik dan mengapresiasi keinginan kerjasama dari UID dan Tsinghua University untuk melakukan kerjasama dengan Kemenaker. Kerjasama ini dapat membantu kementeriannya dalam melibatkan semua stakeholder (dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya dan pemerintah) dalam mengatasi berbagai masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekaligus memperkuat tiga strategi yang kini diusung Kemenaker dalam meningkatkan daya saing dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia, baik sektor formal maupun informal yaitu, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan penganggur dan setengah penganggur serta pengembangan program kewirausahaan. “Isu ketenagakerjaan harus harus ditangani secara bersama, melibatkan berbagai sektor dan stakeholders dan perlu adanya dialog sosial yang positif,” kata Hanif. Menteri menilai, dalam waktu singkat RRT berhasil melakukan reformasi di berbagai bidang dengan sangat baik sehingga negara ini bisa tampil sebagai raksasa dunia. RRT yang memulai reformasi perekonomian pada sekitar 1990 kini telah menjadi lokomotif perekonomian dunia. “Ini tentu tidak lepas dari keberhasilan kebijakan RRT dalam memperkuat kepemimpinan dan inovasi SDM dalam kebijakan publik mereka. Inilah yang perlu kita jadikan kajian, dan melalui kerjasama ini kita bisa belajar kiat-kiatnya. Sebagai perguruan tinggi terpandang di RRT, Tsinghua University pasti punya pengalaman panjang dan luas dalam membantu Pemerintah RRT di bidang ketenagakerjaan dan kebijakan publik. Hal itu yang kita harapkan bisa di-sharing melalui kerjasama ini,” kata Hanif. Sementara itu President Tsinghua University Qiu Yong sangat mengapresiasi adanya MoU ini karena merupakan bukti terjalinnya hubungan baik antara Indonesia dengan RRT. “MoU ini merupakan salah satu komitmen RRT dengan Indonesia yang tidak terbatas pada pengembangan infrastruktur namun juga terkait dengan pengembangan SDM,” kata Qiu Yong. Dia mengungkapkan, MoU ini menambah panjang deretan kerjasama yang telah dilakukan Tsinghua University dengan berbagai negara di berbagai belahan dunia. “Kami memang terus berusaha meningkatkan kerjasama dengan berbagai kalangan di berbagai negara untuk menciptakan jaringan yang lebih luas dan ini tentunya juga bisa dimanfaatkan oleh Indonesia,” ucap Qiu Yong. Sementara itu pendiri UID Cherie Nursalim mengatakan, melalui kerjasama ini UID berkomitmen untuk berperan secara aktif untuk memfasilitasi penguatan kepemimpinan dan inovasi di Indonesia dan RRT. Berdasarkan pengalaman UID selama ini menyelenggarakan program kepemimpinan dan inovasi dengan bekerja sama dengan MIT (IDEAS), maka pola pembelajaran lintas pemangku kepentingan sangat efektif untuk menciptakan kolaborasi dan inovasi yang berdampak luas. “Tidak kurang dari 150 orang dalam 10 tahun terakhir ini telah mengikuti program IDEAS dan telah berhasil melakukan transformasi yang positif sehingga menduduki posisi penting baik di swasta maupun di pemerintahan,” kata Cherie. Ia menambahkan, UID dan Tsinghua University juga telah sepakat mengembangkan Tsinghua Southeast Asia Centre di Indonesia sebagai wadah pendidikan dan penelitian di berbagai bidang. Dengan kehadiran lembaga ini, UID ingin melahirkan pemimpin di pemerintahan, swasta dan masyarakat yang berkualitas dan mampu menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. “Kehadiran Tsinghua Southeast Asia Centre ini tentu akan memperkuat implementasi MoU nantinya,” kata Cherie. Disamping itu, ia juga melihat implementasi MoU ini diharapkan juga bisa berkontribusi terhadap program revolusi mental yang diusung pemerintah Jokowi dengan membangun paradigma atau semangat baru dalam mengelola berbagai potensi Indonesia guna menghadapi berbagai tantangan ke depan. “Meningkatkan kompetensi dan kemampuan inovasi sumber daya manusia Indonesia sangat penting untuk memperkuat reformasi birokrasi dan kebijakan publik yang merupakan inti dari revolusi mental yang diusung pemerintahan Presiden Jokowi,” kata Cherie. Selain melakukan kunjungan kehormatan ke Wapres Jusuf Kalla, UID dan Tsinghua University juga melakukan roundtable discussion bersama dengan APINDO yang dihadiri oleh pejabat-pejabat eselon 1 dari Kemenkominfo, Kemenperin, Kemenristekdikti, serta pelaku bisnis digital ternama di Indonesia. Euis Rita Hartati/ERH Investor Daily

Sumber: BeritaSatu