Kongres AS Masih Ngeyel Soal Kesepakatan Nuklir

Rimanews – Kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam kekuatan dunia belum melaju mulus. Hambatan masih datang dari Senat AS yang masih setengah hati memberikan persetujuannya. Anggota Senat AS dari Komite Hubungan Luar Negeri dengan suara bulat mengeluarkan undang-undang yang memberikan Kongres kekuasaan untuk mengulas kesepakatan nuklir dengan Iran. Anggota Senat Bob Corker yang ikut menandatangani pada media AS, Rabu (16/4), mengatakan UU tidak memberikan Kongres kerangka khusus atas perjanjian nuklir yang ditandatangani awal bulan ini antara Teheran dan enam kekuatan dunia. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi Aturan ini memberikan Kongres hak untuk menyetujui, menolak atau abstain pada setiap kesepakatan potensial dengan Iran yang akan berakhir pada bulan Juni tahun ini. Sejak ide membuat kesepakatan nuklir dengan Iran dimunculkan, Presiden AS Barack Obama memiliki perbedaan besar dengan sejumlah besar anggota parlemen AS, terutama mereka yang berasal dari Partai Republik. Sejumlah anggota senat menolak rencana itu karena masih mencurigai Iran dan program nuklirnya. Pada hari yang sama, Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Barack Obama siap untuk menandatangani aturan tersebut. Media AS mengatakan RUU baru itu akan mengurangi periode yang diberikan kepada Kongres untuk membuat keputusan mengenai kesepakatan potensial dari enam puluh hari menjadi tiga puluh hari. Menurut RUU itu, jika kesepakatan akhir tercapai dengan Iran pada bulan Juni, presiden AS harus menunggu Kongres untuk memberikan pendapat atas kesepakatan. Sebelum ada persetujuan mengenai sanksi untuk Iran dari Kongres, Obama belum bisa membuat kesepakatan dengan Republik Islam itu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Kesepakatan Nuklir , Nuklir Iran , Amerika , Internasional

Sumber: RimaNews