Penembakan di Papua, Kapendam: Kelompok Anti-Pembangunan Musuh Kita

Jayapura- Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih (Kapendam) Kolonel Teguh Pudji Raharjo menyesalkan penembakan terhadap anggota TNI dan masyarakat sipil, oleh Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Kalisemen, Mulia, Puncak Jaya, Sabtu (24/9). Jika yang melakukan penembakan itu adalah kelompok antipembangunan, tegas Teguh, mereka adalah musuh bersama. “Kita harus ambil langkah tegas untuk mereka agar bisa merasakan efek jera,” kata Teguh saat dikonfirmasi Beritasatu. com Senin (24/9) pagi. Dia mengatakan, kelompok tidak bertanggungjawab yang ingin menghambat pembangunan demi kesejahteraan masyarakat, perlu ditindak. Untuk itu, TNI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengambil langkah konkret dengan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hingga kini, dia mengaku belum mengetahui motif penembakan tersebut apakah berkaitan dengan masalah politik atau gangguan menggagalkan pembangunan di Puncak Jaya. Pasalnya saat insiden tersebut, Kodam Cendrawasih sedang menggarap program membangun honai milik masyarakat, yang merupakan arahan Panglima TNI. Mengenai jenis senjata dan peluru yang digunakan, Teguh mengatakan belum mendapatkan informasi detail karena Kodam masih fokus menangani kedua korban penembakan yang saat ini telah dievakuasi ke RS Marthen Indey, Kota Jayapura. “Setelah berkoordinasi, kami mengevakuasi kedua korban guna menjalani perawatan insentif di Jayapura,” ucap Teguh. Adapun kedua korban yang terkena peluru, adalah Winingga Tabuni (25) masyarakat sipil dan Serda Suparman, anggota Kodim 1714 Puncak Jaya. Mereka tiba di Bandara Sentani Sabtu sore sekitar pukul 16.45 WIT menggunakan pesawat jenis Caravan. “Setibanya di Bandara, Serda Suparman langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Marthen Indey menggunakan sebuah mobil Avanza sedangkan Winingga Tabuni (25) dievakuasi ke RS Dok II Jayapura mengunakan ambulance,” ujarnya. Robert Isidorus/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu