Prihatin Bocah Angeline, Darius Sinathrya Hindari Hukuman Fisik

Suara.com – Kisah tragis bocah malang bernama Angeline bikin banyak kalangan prihatin. Termasuk aktor sekaligus presenter Darius Sinathrya. Dia merasa miris ada manusia kejam yang tega menghabisi nyawa bocah perempuan tak berdosa asal Bali itu. Dalam mendidik anak, ayah 3 anak; Lionel Nathan, Diego Andres dan Quinesha Sabrina itu mengaku sangat menghindari hukuman fisik bagi buah hatinya. Dia sangat menyayangkan orangtua yang kejam dalam mendidik, apalagi sampai kecolongan dan anaknya menjadi korban pembunuhan seperti yang dialami Angeline. Berikut wawancara suara.com dengan Darius soal cara mendidik anaka-anaknya. Bagaimana cara kamu mengasuh dan membesarkan 3 anak? Proses semuanya. Kita juga sebagai orangtua kan belajar. Dari mulai masa kehamilan sampe sekarang anak sudah tiga. Bagaimana memahami perbedaan setiap anak? Ya pasti kan tiap anak karakternya beda. Kita berusaha sebisa mungkin bahwa semua dilakukan melalui komunikasi saja, tidak dengan tindakan fisik. Kalau mereka salah, hukumannya ada, tetapi bukan dalam bentuk fisik. Ada sistem punishment dan reward untuk ketiga anak? Nggak selalu. Kita juga nggak mau membiasakan mereka melakukan sesuatu karena takut dihukum. Mereka harus sadar bahwa yang mereka lakukan itu baik buat mereka atau nggak baik buat orang lain. Jadi komunikasi itu penting. Bagaimana cara berkomunikasi dalam hal yang tidak boleh dilakukan? Tergantung perkembangan usianya juga. Kita kan nggak bisa langsung ngomong ke anak usia 2 tiga 3 tahun kalau ini boleh dan tidak. Tapi, kalau nalarnya sudah mulai berjalan, dan dia juga sudah bisa menerima apa yang kita maksud, kita ajak berdialog, kita jelaskan. Seperti anak saya yang pertama, Lio itu sudah bisa berdiskusi. Bagaimana kalau mereka tidak memahami nasehat orangtuanya? Namanya anak-anak. Kadang kita bilang boleh main gadget dua jam sehari. Tapi, kan mereka ada masanya mereka bosen atau pas orangtua nggak di rumah bisa main game seharian, ya pasti ada begitu. Selama kenakalanannya masih wajar ya kita masih bisa toleransi. Mendengar kasus pembunuhan bocah Angeline? Ya, saya sempat lihat di TV. Bagaimana waktu kamu mendengar Angeline dibunuh dan ternyata suka dihukum di kandang ayam oleh orangtua angkatnya? Aku nggak bisa komentar banyak, tapi pastinya nggak usah ditanya. Kita sebagai manusia tahu apa yang harusnya dilakukan dan apa yang nggak harus dilakukan. Bagaimana komentar tentang pembunuhan Angeline sendiri? Ini kan bukan kejadian pertama, di Indonesia kekerasan terhadap anak tinggi banget. Mungkin pemerintah bisa buat regulasi baru dan standar nasional. Ada tips untuk menjaga anak? Yang pasti sebagai orangtua tanggung jawab itu harus nomor satu. Artinya, kalau orangtuanya sibuk, harus punya back up di rumahnya untuk merawat pertumbuhan dan menjaga anak-anak.

Sumber: Suara.com