PSIM Tetap Fokus Hadapi PPSM Sakti

Tgl Hk Sindonews.com – Menjelang lawatan PSIM Yogyakarta ke kandang PPSM Sakti di Stadion Madya terganggu persoalan nonteknis, yakni gaji pemain yang belum sepenuhnya dibayarkan. Persoalan tersebut diharapkan tidak mengganggu perjuangan Nova Zaenal dkk merebut tiga angka di Magelang. Pelatih PSIM Yogyakarta Maman Durachman mengatakan, masih ada beberapa hari lagi sebelum melakoni partai tandang menantang PPSM Sakti Magelang pada 29 Mei mendatang. “Kami beharap, gaji pemain bisa tuntas sebelum melawan PPSM Sakti. Gaji yang sudah terbayar akan menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak,” katanya, Jumat (24/5/2013). Namun, jika sampai hari H melawan tim Macan Tidar gaji ternyata belum dilunasi, dia tetap meminta tim besutannya menunjukkan permainan terbaiknya. “Gaji menang penting, namun menjalani pertandingan terdekat (melawan PPSM Sakti) juga tidak kalah penting. Kami berharap pemain tetap fokus melawan PPSM,” ungkapnya. Tetap fokus di pertandingan memang menjadi hal penting bagi tim berjuluk Laskar Mataram ini. Tinggal menyisakan tiga laga (yang semuanya berstatus laga away), maka kemenangan menjadi target jika ingin lolos ke babak12 besar. Peluang tersebut sebenarnya terbuka lebar, terlebih rival langsung PS Mojokerto Putra, menelan kekalahan di kandang sendiri dari tamunya, Persik Kediri. Kekalahan PS Mojokerto dari Pesik Kediri tersebut membuat tim berjuluk tim Laskar Majapahit tetap tertahan dengan 18 poin. Tim asal Mojokerto juga tinggal menyisakan dua laga lagi, salah satunya menantang Persis Solo di Mahanan. Sedangkan PSIM yang saat ini bertengger di posisi ketiga dengan 14 poin, masih memiliki tabungan tiga laga atau lebih banyak dibanding PS Mojokerto. Jika menang melawan PPSM Sakti, maka raihan poin PSIM menjadi 17 poin. Defisit poin dengan PS Mojokerto tinggal 1 poin lagi. “Sebenarnya, peluang lolos (ke 12 besar) tetap terbuka. Salah satu syaratnya, PSIM selalu bisa mengambil poin,” kata Maman. Sementara itu, Direkur Teknik PSIM Dwi Irianto berpendapat kondisi finansial menjadi kebutuhan mendasar bagi tim mengarungi kompetisi. Finansial tim berbanding lurus dengan raihan tim di atas lapangan karena untuk meraih prestasi membutuhkan sokongan dana. “Manageman masih berjuang agar segera mendapatkan dana agar target 12 besar tetap tercapai,” ungkapnya. ( wbs ) dibaca 1.215x

Sumber: Sindonews