Sakit, Choel Mallarangeng Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Tgl Hk Jakarta – Andi Zulkarnaen Mallarangeng tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (24/11). Pria yang dikenal dengan Choel Mallarangeng ini sedianya diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor tahun anggaran 2010-2012. Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, Choel tidak memenuhi panggilan penyidik lantaran mengaku sakit. Kondisi kesehatan Choel ini disampaikan tim pengacaranya kepada penyidik. “‎Ya sedianya pada hari ini penyidik sebenarnya merencanakan memeriksa AZM (Andi Zulkarnaen Mallarangen) sebagai tersangka dalam penyidikan lanjutan kasus Hambalang tapi tadi penasihat hukum yang bersangkutan konfirmasi kepada penyidik bahwa AZM sedang sakit sehingga tidak dapat memenuhi panggilan pada hari ini,” kata Priharsa saat dikonfirmasi, Kamis (24/11) sore. Meski demikian Priharsa mengaku belum mendapat informasi terkait sakit yang diderita Choel. Priharsa menyatakan, pihaknya juga tidak akan meminta second opinion dari dokter lain untuk memeriksa kesehatan Choel. “Saya belum dapat info lebih lanjut menegenai detail sakitnya seperti apa. Kemudian apakah dirawat, atau rawat jalan, atau rawat inap itu saya belum tahu. (Tadi) disertakan juga surat sakit,” katanya. Atas ketidakhadirannya ini, penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan Choel pekan depan. Namun, Priharsa mengaku belum mengetahui secara pasti waktu pemeriksaan tersebut. “Saya belum dapat informasinya tepatnya hari apa tapi yang pasti (pemeriksaan Choel dijadwalkan ulang) pekan depan,” katanya. Diberitakan KPK menepati janji untuk melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi Hambalang yang menjerat Choel. Dilanjutkannya penyidikan kasus ini ditandai dengan langkah penyidik yang menjadwalkan memeriksa Choel Mallarangeng sebagai tersangka, Kamis (24/11). Kasus ini terkesan terlantar selama nyaris satu tahun. Choel yang ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Desember 2015 sempat diperiksa pada 15 Januari 2016 lalu. Saat itu, Choel telah membawa koper berisi pakaian dan siap ditahan. Namun, usai diperiksa, Choel tak ditahan penyidik dan melenggang bebas hingga saat ini. Setelah itu, KPK belum pernah memeriksa Choel ataupun saksi-saksi terkait kasus ini. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menegaskan, pihaknya akan segera melanjutkan pengusutan kasus tersebut. “Soal penanganan perkara dia (Choel Mallarangeng) kita akan segera tangani itu,” kata Syarief di sela kegiatan Internaional Business Integrity Conference, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (17/11). Syarief mengakui, kasus ini sempat terlantar lantaran pihaknya sedang fokus menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis elektronik atau e-KTP yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun. Namun, Syarief berjanji pihaknya akan menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan P3SON Hambalang. Bahkan, Syarief menegaskan, pihaknya tak ragu menahan Choel. “Perkara ini, untuk saat ini belum tertangani karena masih sibuk dengan perkara lain seperti KTP Elektronik. Tapi pasti kita akan segera tuntaskan segera, termasuk itu (lakukan penahanan Choel),” tegasnya. Dalam kasus ini, Choel disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam dakwaan Andi Mallarangeng, Choel disebut sebagai perantara pemberian USD 550 ribu dari mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Deddy Kusdinar kepada sang kakak, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng. Uang itu dalam diberikan kepada Choel secara bertahap. Uang sebesar Rp2 miliar diterima Choel Mallarangeng dari PT Global Daya Manunggal di kantornya, Choel juga menerima uang sebanyak Rp1,5 miliar dari PT Global Daya Manunggal melalui mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dan uang sebanyak Rp500 juta diterima Choel Mallarangeng dari PT Global Daya Manunggal melalui Mohammad Fakhruddin. PT Global Daya Manunggal merupakan salah satu perusahaan subkontraktor yang mengerjakan proyek Hambalang sedangkan M Fakhruddin adalah staf khusus Andi Mallarangeng. Fana Suparman/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu